Rabu, 19 Oktober 2016

"hidup dalam Damai Sejahtera "

"hidup dalam Damai Sejahtera "                    ✝Imamat 26:3-5 (TB)  Jikalau kamu hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada perintah-Ku serta melakukannya,
maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya.
Lamanya musim mengirik bagimu akan sampai kepada musim memetik buah anggur dan lamanya musim memetik buah anggur akan sampai kepada musim menabur. Kamu akan makan makananmu sampai kenyang dan diam di negerimu dengan aman tenteram.  Dan Aku akan memberi damai sejahtera di dalam negeri itu, sehingga kamu akan berbaring dengan tidak dikejutkan oleh apa pun; Aku akan melenyapkan binatang buas dari negeri itu, dan pedang tidak akan melintas di negerimu.

Saat ini ada begitu banyak orang hidup dalam kekuatiran, ketakutan, kecemasan, putus asa, tidak memiliki pengharapan, Hidup tanpa tujuan, pikiran kacau. Banyak orang berusaha menghibur diri dengan mengikuti hawa nafsunya yang menyesatkan, pergi ke diskotek minum alkohol untuk menghilangkan stres ketika sudah sadar tetap juga merasa stres, free seks, konsumsi sabu2, heroin, pil biru, dll, hanya sekadar ingin fly ingin merasakan kedamaian setelah itu hidup akan terasa kacau kembali, masalah semakin banyak dan bolak-balik masuk dalam lingkaran setan. Itu semua karena jiwanya sakit, rohaninya sakit dengan hidup mengikuti kehendak diri sendiri, mengandalkan kepintaran diri sendiri setelah mendapatkan semua harta kekayaan, mendapatkan kesenangan namun tidak mendapatkan damai sejahtera dalam hidupnya. Hidup damai sejahtera adalah hidup yang diberkati, hidup damai, tenang, aman tenteram, sehat walafiat, sehat jasmani rohani, utuh, dalam keadaan baik. Hidup damai sejahtera itu adalah hidup yang menyenangkan dan bahagia. Banyak orang ingin hidup dalam damai sejahtera, namun tidak tahu apa yang harus dilakukan . Bagaimana cara memperoleh hidup dalam damai sejahtera?              1. Hidup menurut ketetapan-Ku (ketetapan TUHAN).                                   Yaitu Hidup menurut ketentuan, kepastian dari TUHAN. Hidup dalam ketetapan TUHAN itu berarti hidup berpaut pada TUHAN, mengandalkan TUHAN dalam segala hal. Melakukan sesuatu dengan meminta petunjuk TUHAN,  memiliki hubungan intim dengan TUHAN.   Orang yang hidupnya intim dengan TUHAN YESUS sudah pasti hidupnya penuh dengan damai sejahtera.                   2. berpegang teguh pada perintah TUHAN  serta melakukannya.                      Ada begitu banyak perintah TUHAN yang harus dilakukan diantaranya adalah memelihara hari Sabat TUHAN, menghormati tempat kudus TUHAN. Pergi beribadah di gereja dengan hati yang tertuju hanya pada TUHAN, memuji dan menyembah TUHAN dengan segenap hati. Untuk mengetahui dan memahami perintah TUHAN kita harus berdoa dan merenungkan Firman TUHAN siang dan malam. Orang yang hidupnya berpegang teguh pada perintah TUHAN sudah pasti penuh dengan damai sejahtera. Tantangan hidup, kesulitan hidup tidak memengaruhi damai sejahtera dalam hidup orang yang berpegang teguh pada perintah TUHAN. Karena TUHAN YESUS adalah sumber damai sejahtera, tidak seorang pun bisa mengambil damai sejahtera yang TUHAN YESUS berikan dalam hati orang percaya.

"Menjadi orang Bijaksana "

"Menjadi orang Bijaksana "        .                                       Matius 7:24 (TB)  "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.                                                               ✝                                              
Menurut kamus bahasa Indonesia orang bijaksana adalah orang yang selalu menggunakan akal budinya (pengalaman dan pengetahuannya); arif; tajam pikiran; pandai dan hati-hati (cermat, teliti,) apabila menghadapi kesulitan. Dalam PL bukan suatu karunia intelektual, tetapi lebih merupakan keterampilan teknik (Kel. 36:8) atau kemampuan hidup arif (Ams. 1:5-12). Kebijaksanaan itu terutama adalah kualitas atau sifat Allah yang menciptakan dunia (Ams. 8:22-31) dan memberikan -->Taurat kepada Israel. Kebijakan duniawi didasarkan pada pranata dan pengalaman tanpa penyataan, dan dengan demikian sangat terbatas. Kegagalan untuk mengakui keterbatasan-keterbatasan itu mendatangkan penghukuman alkitabiah atas semua (terutama orang Yunani) yg dengan sombong berusaha mengatasi masalah-masalah rohani dengan hikmat manusia. Salah satu dari karunia Kristus kepada murid-murid-Nya ialah hikmat untuk mengatakan hal yg benar pada masa-masa penganiayaan dan pencobaan (Luk 21:15). Hikmat yg sama dibutuhkan untuk memahami nubuat dan teka-teki apokaliptik (Why 13:18; 17:9). Hikmat mutlak perlu bukan saja bagi para pemimpin gereja (Kis 6:3), tapi juga bagi orang-orang percaya guna memahami maksud-maksud Allah dalam penyelamatan. Bagaimana cara menjadi orang bijaksana?                              1. Mendengarkan Firman TUHAN dan melakukannya.    Orang yang mendengar firman TUHAN  dan melakukannya adalah orang yang bijaksana. Firman TUHAN penuh dengan pengetahuan dan membuat orang menjadi bijaksana. Ada begitu banyak contoh orang bijaksana, Abigail.1Sam 25:23-31
 Daud.1Sam 16:18; 2Sam 15:32-34; 17:6-14
 Gamaliel.Kis 5:34-39
Gideon.Hak 8:1-3
 Nehemia.Neh 2:12-16; 4:13-18
Para tua-tua penasihat Rehabeam.1Raj 12:7
Paulus.Kis 23:6
Salomo.2Taw 2:12
Seorang ahli Taurat.Mr 12:32-34
Seorang miskin yang berhikmat.Pengkh 9:15
Sergius Paulus.Kis 13:7
Yakub.Kej 32:2-23
Yitro.Kel 18:19
 Yusuf.Kej 41:39. Orang bijaksana mendirikan rumahnya diatas batu ketika datang banjir tetap kokoh rumahnya. Demikian juga orang yang mendengarkan Firman TUHAN Yesus dan melakukannya, ia mempersiapkan diri untuk memperoleh keselamatan dan hidup yang kekal.

Senin, 17 Oktober 2016

"Menjadi orang Bijaksana "

"Menjadi orang Bijaksana "        .                                       Matius 7:24 (TB)  "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.                                                               ✝                                               
Menurut kamus bahasa Indonesia orang bijaksana adalah orang yang selalu menggunakan akal budinya (pengalaman dan pengetahuannya); arif; tajam pikiran; pandai dan hati-hati (cermat, teliti,) apabila menghadapi kesulitan. Dalam PL bukan suatu karunia intelektual, tetapi lebih merupakan keterampilan teknik (Kel. 36:8) atau kemampuan hidup arif (Ams. 1:5-12). Kebijaksanaan itu terutama adalah kualitas atau sifat Allah yang menciptakan dunia (Ams. 8:22-31) dan memberikan -->Taurat kepada Israel. Kebijakan duniawi didasarkan pada pranata dan pengalaman tanpa penyataan, dan dengan demikian sangat terbatas. Kegagalan untuk mengakui keterbatasan-keterbatasan itu mendatangkan penghukuman alkitabiah atas semua (terutama orang Yunani) yg dengan sombong berusaha mengatasi masalah-masalah rohani dengan hikmat manusia. Salah satu dari karunia Kristus kepada murid-murid-Nya ialah hikmat untuk mengatakan hal yg benar pada masa-masa penganiayaan dan pencobaan (Luk 21:15). Hikmat yg sama dibutuhkan untuk memahami nubuat dan teka-teki apokaliptik (Why 13:18; 17:9). Hikmat mutlak perlu bukan saja bagi para pemimpin gereja (Kis 6:3), tapi juga bagi orang-orang percaya guna memahami maksud-maksud Allah dalam penyelamatan. Bagaimana cara menjadi orang bijaksana?                              
1. Mendengarkan Firman TUHAN dan melakukannya.    Orang yang mendengar firman TUHAN  dan melakukannya adalah orang yang bijaksana. Firman TUHAN penuh dengan pengetahuan dan membuat orang menjadi bijaksana. Ada begitu banyak contoh orang bijaksana, Abigail.1Sam 25:23-31
 Daud.1Sam 16:18; 2Sam 15:32-34; 17:6-14
 Gamaliel.Kis 5:34-39
Gideon.Hak 8:1-3
 Nehemia.Neh 2:12-16; 4:13-18
Para tua-tua penasihat Rehabeam.1Raj 12:7
Paulus.Kis 23:6
Salomo.2Taw 2:12
Seorang ahli Taurat.Mr 12:32-34
Seorang miskin yang berhikmat.Pengkh 9:15
Sergius Paulus.Kis 13:7
Yakub.Kej 32:2-23
Yitro.Kel 18:19
 Yusuf.Kej 41:39. Orang bijaksana mendirikan rumahnya diatas batu ketika datang banjir tetap kokoh rumahnya. Demikian juga orang yang mendengarkan Firman TUHAN Yesus dan melakukannya, ia mempersiapkan diri untuk memperoleh keselamatan dan hidup yang kekal.

"Menanggung Perkara"

"Menanggung Perkara"                                                          .                                                                                                  Filipi 4:13 (TB)  Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.               .                                                            Paulus menulis surat filipi ini ketika ia berada didalam penjara, ia berada dalam penjara karena Kristus. Bukan perkara mudah hidup di dalam penjara pada saat itu, tentu saja Paulus mengalami banyak penderitaan. Begitu juga dalam kehidupan banyak orang postmodern saat ini pasti pernah atau sedang mengalami banyak perkara-perkara sulit dalam hidupnya. Perkara nyata yang dialami banyak orang pada umumnya saat ini meliputi kesulitan ekonomi, pasangan hidup, pekerjaan,dll. Banyak orang menjadi putus asa dalam menjalani perkara yang dianggap sulit dalam hidupnya dan berakhir bunuh diri dijembatan 1 barelang. Sebagai pertanyaan bagaimana cara menanggung berbagai perkara sulit dalam hidup saat ini? Jawabannya yaitu 1.Hidup di dalam Kristus. Setiap orang percaya yang hidup didalam Kristus akan diberikan kekuatan baru, sehingga mampu menanggung berbagai macam perkara sulit dalam hidup. Pahlawan-pahlawan iman dalam Alkitab harus mengalami perkara-perkara sulit dalam hidupnya, sebagai contoh Daniel dalam gua singa, Paulus dipenjarakan, Daud dikejar-kejar musuh dan masih banyak lagi. Mereka dapat menanggung berbagai macam perkara sulit karena hatinya berpaut pada Tuhan, dan Tuhan Yesus memberi kekuatan serta sukacita untuk menjalaninya.  Pepatah jawa mengatakan "urip cuma mampir ngombe" hidup hanya numpang minum. Itu berarti hidup cuma sebentar jangan hanya berpikir untuk perkara fana, hidup harus bijaksana berpikir juga untuk perkara kekal. Hidup hanya sementara, tubuh kita saat ini akan musnah, akan digantikan dengan tubuh kemuliaan yang bersifat kekal. Semua orang diuji dengan berbagai macam perkara sulit dengan tujuan supaya orang sadar dunia ini hanya tempat tinggal sementara. Kita harus senantiasa berpaut dan hidup didalam Kristus. Kerajaan Surga menanti kita orang percaya dan hidup didalam Yesus Kristus.

Beroleh murka Allah atau beroleh hidup kekal

Beroleh murka Allah atau beroleh hidup kekal

Yohanes 3:36 (TB)  Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."

Semua orang ingin selamat dan beroleh hidup yang kekal, namun tidak semua orang mengetahui cara memperolehnya dan akibat tidak memperoleh hidup yang kekal.
1.Orang yang memperoleh murka Allah.
Murka Allah diartikan Kemarahan yang mengakibatkan hukuman. Pembiaran diri hidup dalam murka Allah mengakibatkan Kematian kekal. Hidup dalam Murka Allah sebagai akibat dari hidup tidak taat pada Yesus. untuk keluar dari murka Allah kita harus memperoleh hidup kekal.

2. Beroleh Hidup kekal.
Hidup kekal berarti hubungan pribadi dengan Allah / hidup dalam hadirat Allah tanpa batas waktu/ bersifat kekal. Hidup dalam kedamaian dalam Kerajaan Allah. Cara memperoleh hidup yang kekal cukup simpel yaitu percaya dan taat pada Yesus.

Minggu, 01 Mei 2016

4Tipe Mental Manusia.

4 Tipe Mental Manusia


Oleh : Aman Santausa

Penulis mempelajari dan menemukan ada 4 Tipe Mental Manusia, Penulis pun merasa terkagum ternyata 4 Tipe Mental Manusia ini sudah ditulis sejak 2000th yang lalu. Dengan mempelajari 4 Tipe Mental Manusia ini penulis dapat mengintropeksi diri, selama ini memiliki tipe Mental yang seperti apa dan perlu di perbaiki supaya memiliki mental yang  benar yang berkenan di hadapan Sang Pencipta. Penulis menyadari betapa penting 4 Tipe Mental ini untuk diketahui banyak orang dan di bagikan supaya banyak orang mengetahui hal yang benar, ada pun sumber yang penulis pelajari berasal dari Markus 4: 1-20. Baiklah 4 Tipe Mental Manusia yang perlu di ketahui yaitu;

1. Tipe Mental " Benih jatuh di pinggir jalan"
Ilustrasinya ; "Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.
Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.(Markus 4: 3-4). Kalau kita membaca ilustrasi itu memiliki makna yang cukup dalam, ilustrasi itu pun berlaku dan tetap relevan di sepanjang jaman, di jaman modern ini pun ilustrasi itu pun tetap bisa di pahami. Ada pun arti dari ilustrasi atau perumpamaan itu yang Tuhan Yesus katakan yaitu;
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain?
Penabur itu menaburkan firman.
Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka.(Markus 4: 13-15). Ada pun ciri-ciri orang yang memiliki Tipe Mental ini yaitu ; 1). Orang yang Acuh tak acuh terhadap Firman Tuhan. 2). Orang yang tidak sungguh-sungguh mendengarkan Firman Tuhan. 3). Orang yang meremehkan Firman Tuhan. 4). Orang yang menolak Firman Tuhan. 5). Orang yang tidak Fokus terhadap Tuhan. Ketika orang pergi beribadah ke Greja banyak orang mendengarkan Kotbah Pastor di greja, namun setelah selesai beribadah, pulang kerumah mereka sudah lupa dengan apa yang telah disampaikan. Mari kita intropeksi diri.

2.Tipe Mental " Benih jatuh di tanah yang berbatu-batu"
Ilustrasinya ;
Markus 4:3, 5-6 (TB)  "Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.
Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar."
ilustrasi ini pun memiliki makna yang sangat dalam, megoreksi manusia dalam hal mendengar Firman Tuhan dan bagaimana kesetiaan seseorang terhadap Firman Tuhan. Adapun ilustrasi atau perumpamaan ini memiliki arti seperti yang Tuhan Yesus jelaskan yaitu;
Markus 4:16-17 (TB)  Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira,
tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.

Tipe Mental ini menggambarkan orang yang tidak setia dan tidak memiliki iman yang kokoh terhadap Firman Tuhan.

3. Tipe Mental"Benih yang jatuh di semak duri"
Ilustrasinya ; Markus 4:3, 7 (TB)  "Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.
Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah.
Kita dapat memikirkan dan menganalisa bagaimana akibatnya jika Benih tumbuh di semak duri, Tuhan Yesus menjelaskan arti dari perumpamaan itu adalah ;
Markus 4:18-19 (TB)  Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,
lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.

Sudah menjadi fakta banyak orang diperhamba oleh pemikirannya sendiri, banyak orang fokus bekerja untuk mendapatkan uang dengan jumlah yang diinginkan namun akhirnya mengabaikan Firman Tuhan, banyak orang sibuk dengan aktivitasnya lalu melupakan Tuhan, tidak mengandalkan Tuhan dalam aktivitasnya. Jika demikian segeralah kita bertobat. Kembali fokus mengandalkan Yesus dalam serial aktivitas kita.

4. Tipe Mental"Benih yang jatuh di tanah yang baik"
Ilustrasinya ; Markus 4:8-9 (TB)  Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat."
Dan kata-Nya: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"
Adapun arti dari ilustrasi atau perumpamaan itu yang Tuhan Yesus jelaskan adalah;
Markus 4:20 (TB)  Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat."

Dari ke 4 Tipe Mental Manusia yang sudah kita ketahui kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Tuhan Yesus menginginkan kita memiliki Mental "Benih jatuh di tanah yang baik" tanah yang baik disini melambangkan Mental kita, hati kita, respon kita, dan tindakan baik kita untuk melakukan Firman Tuhan dengan taat dan patuh. Milikilah Mental "Benih jatuh di tanah yang baik" seperti yang Tuhan Yesus harapkan, sambil kita menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua. Menantikan mahkota kehidupan yang Tuhan sediakan buat orang yang taat dan setia mengikuti Tuhan Yesus.

Semoga bermanfaat, salam damai penuh cinta kasih dalam serial perbedaan. Tuhan Yesus memberkati.

Jumat, 22 April 2016

minum air hidup, supaya tidak menjadi zombie / mayat hidup


aliran air Hidup

bacaan: Yohanes 7: 17-44

oleh :Aman Santausa.


Saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus dari pembacaan perikop ini, kita dapat belajar betapa pentingnya air bagi setiap mahluk hidup, kenapa saya bilang mahluk hidup? Karena bukan manusia saja yang perlu air, binatang dan tumbuh-tumbuhan pun perlu yg namanya air. Coba bayangkan saudara, jika saudara tidak minum selama satu bulan, apa yg akan terjadi? Jangankan satu bulan satu minggu saja, apa yg terjadi dan saudara rasakan? Satu hari saja saudara tidak minum, pasti merasa haus. Apalagi saudara makan tanpa minum air, apa yg saudara rasakan? Pikir sendiri deh pasti tahu. Nah saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus yang namanya air saja penting bagi tubuh kita apalagi aliran-aliran air hidup. Apakah itu aliran air hidup coba kita baca Yoh 7: 38, aliran air hidup itu adalah Roh Kudus. Betapa pentingnya aliran air hidup bagi roh dan jiwa kita? saya mengatakan sangat penting !!.
Setiap orang yg dalam hidupnya tidak ada Roh Kudus, sama halnya dengan mayat hidup. Mayat hidup itu tubuhnya hidup namun roh dan jiwanya mati, dasar ayat yang saya gunakan untuk menyebut "mayat hidup" itu dari Injil Matius 8:22 (TB)  Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka. Bagaimana caranya supaya tidak disebut mayat hidup/zombie ? Jawabannya cukup simple, minum air hidup. Kita minum air hidup maka roh dan jiwa kita akan hidup, tidak mati kehausan. Bagaimana caranya kita memperoleh aliran air hidup ? Mari kita baca
Yohanes 7:38 (TB)  Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."
Kalau dalam hati kita sudah ada yang namanya sumber air hidup yaitu Roh Kudus. Yah sudah pasti roh dan jiwa kita selamat. Bukan jerangkong atau mayat hidup lagi namanya. Tetapi sudah menjadi anak- anak Tuhan Yesus. Supaya kita tidak disebut menjadi mayat hidup ada 2 syarat:
- syarat pertama, supaya Roh kudus tinggal dalam hati kita adalah percaya pada Yesus.(Yoh 7:38).
-syarat kedua supaya Roh Kudus tinggal dalam hati kita adalah memuliakan Tuhan Yesus.(Ayat.39)

Pertama, Percaya atau iman yang seperti apa yang Tuhan Yesus harapkan ? Mari kita baca Lukas 6: 47-48 (TB) "Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya - Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan -, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun. "jadi dasar percaya atau iman yang kokohlah yang Tuhan Yesus harapkan dalam hidup kita. Untuk memiliki dasar atau pondasi iman / percaya yang kokoh itu kita harus datang pada Yesus, mendengarkan Firman-Nya serta melakukannya. Lebih singkatnya, datang, mendengarkan, melakukan Firman Tuhan.
-Kedua, Memuliakan Tuhan Yesus. Yang jadi pertanyaan bagaimana caranya memuliakan Tuhan Yesus dengan benar? Memuliakan Tuhan Yesus disini bukan sekedar rutinitas mengikuti Ibadah digreja, federal, dlsb. Tetapi lebih dari itu yaitu memiliki hubungan yang intim dgn Tuhan Yesus dan menjadi murid Yesus yang sungguh-sungguh. Lebih condongnya memuliakan Yesus itu yaitu menjadi murid Yesus. Murid berprestasi yaitu murid yg mau belajar secara sungguh-sungguh. Memiliki hati murid yang terus mau mau belajar akan kebenaran Firman Tuhan. Menjadi Murid Yesus berarti kita harus berguru pada Yesus. Kita harus belajar pada guru kita yang sejati yaitu Tuhan Yesus Kristus, Sang Guru Agung.